Minggu, 20 Oktober 2013

LG G2 - Superphone Android Yang Menggila



Sebelumnya, Gua mau bilang Thanks buat The Verge atas infonya dan Foto-Fotonya

LG mengamuk. Tahun lalu, LG Optimus G tak mampu menorehkan hasil yang baik dalam penjualannya, bahkan tak banyak yang tau Optimus G dibandingkan dengan Samsung Galaxy S3. Kini LG tak mau main-main lagi. Cukup sudah bersabar. Kini LG mengerahkan semua yang mereka mampu pada G2, Superphone baru mereka. Dengan spec yang paling gahar, serta segudang fitur ala Samsung, mampukah LG mengalahkan Galaxy S4 dalam permainanya sendiri?

Superphone Serba Ada




Sebutkan yang anda mau dari sebuah smartphone, G2 pasti punya semuanya. Layar jernih yang besar? Cek. Prosesor gahar? Cek. Battery besar? Cek. Remote TV? Cek. Semua yang anda impikan dari sebuah smartphone tersedia pada G2, yang memang didesain untuk melawan S4. Layarnya lebih besar, Prosesornya lebih gahar, kameranya lebih canggih dan batternya lebih besar. 

Layar sebesar 5.2 inch yang sudah 1080p memang sangat jernih, bahkan Auto Brightness nya benar-benar bekerja, dibandingkan dengan smartphone lain. Layarnya sangat jernih, bahkan lebih jernih dan tajam dibandingkan dengan HTC One.



Karena bentang layar yang superbesar, sudah barang tentu G2 sangat besar. Meski begitu, ukurannya tak banyak berbeda dari Galaxy S4 atau HTC One, karena bezel yang supertipis. G2 menggunakan tombol virtual, sehingga bagian depan G2 sangatlah bersih, seperti hanya ada sebuah layar. (dan logo LG, oh noo)


Sebutkan yang anda mau dari sebuah smartphone, G2 pasti punya semuanya




Yang aneh dari G2, kini tombol Power dan Volume pindah ke belakang, tepatnya dibawah kamera. Memang terdengar logis, karena secara alami jari kita akan terletak dibelakang, namun pada kenyataanya sangat susah dioperasikan. Kadangkala jari menyentuh lensa kamera dan mengotorinya. Untungnya G2 punya fitur yang bernama KnockOn, simpelnya, ketuk layar 2x dan, boom! G2 pun hidup. Jadi tak perlu repot meraih tombol power dibelakang. Meskipun terkadang butuh lebih dari 2x ketuk untuk benar-benar hidup.


Desain G2 sangat membosankan. Bagian belakangnya hanyalah sebuah plastik mengkilap yang terlihat murahan. Tak seperti Optimus G tahun lalu, yang menggunakan kaca berpola, tak terdapat kesan mewah dari G2. Bahkan S4 lebih enak dipandang ketimbang G2


Pisau Swiss Army




Urusan software, LG mengambil inspirasi dari Samsung, memasukan segala fitur yang mereka bisa masukan kedalam sebuah smartphone. Sebut saja fitur pendeteksi mata ala Samsung, ada juga berbagai macam fitur, seperti QSlide, Quick Memo, Quick Remote, Voice Mate, dan Slide Aside dan masih banyak lagi. QSlide yang mampu membuka beberapa aplikasi dalam satu jendela. Ada pula Slide Aside yang sebenarnya merupakan fitur multitasking. dengan menggeser 3 jari, maka akan terbuka beberapa aplikasi yang sedang berjalan. Namun G2 terkadang tidak mengenal gestur 3 jarinya, bahkan menterjemahkannya menjadi gestur yang lain.

Voice Mate merupakan jawaban LG atas SIRI dan S Voice. Voice Mate bisa dibilang lebih baik dan buruk dibandingkan kedua "saudaranya". Namun dengan ketersediaan Google Now, agaknya Voice Mate hanyalah fitur pemanis. Sedangkan Quick Remote menjadikan G2 sebuah Remote TV. Fiturnya tak banyak berbeda dari yang dimiliki HTC One dan Galaxy S4. Overall, banyak software yang belum terlalu dipoles, sehingga mengurangi User Experiencenya, namun tetap tambahan yang menarik.



Overall, banyak software yang belum terlalu dipoles, sehingga mengurangi User Experiencenya, namun tetap tambahan yang menarik.




Dengan segudang fitur yang dimilikinya, G2 tetap berjalan mulus tanpa lag. Hal ini wajar, karena G2 menggunakan Prosesor Quad-core Snapdragon 800, yang merupakan prosesor tekuat saat ini. dengan RAM sebesar 2GB, G2 sangat responsif. Meskipun jika disandingkan dengan smartphone Android lainnya tak terasa perbdeaan yang berarti.








Urusan waktu pemakaian, G2 mampu menorehkan waktu yang impresif. Dikutip dari The Verge, G2 mampu bertahan selama 8 Jam dan 52 Menit, mengalahkan smartphone pada umumnya, bahkan mengalahkan smartphone yang dibuat khusus untuk penggunaan yang lama (Hey, Droid Maxx). Ini berkat battery sebesar 3.000 mAh. Inilah salahsatu keuntungan memiliki Smartphone dengan ukuran Jumbo.





Superphone dengan Kamera Bagus


G2 mengusung kamera 13MP dengan OIS (Optical Image Stabilisation). Lensanya berupa kristal sapphire yang anti-gores. Kameranya mampu merekam Video 1080p pada 60fps, serta  mempunyai 9-point autofocus dan speed shutternya mengagumkan, bisa dibilang sebagai yang tercepat di kelasnya. Sebuah Superphone memerlukan kamera yang bagus, dan G2 memilikinya.


Antarmuka kameranya banyak "terinspirasi" oleh Samsung (lagi-lagi). Salahsatunya adalah fitur dual shot, yang gua rasa aneh, namun tambahan yang lucu. Antarmukanya termasuk salahsatu yang terbaik, dan banyak memberikan akses cepat ke berbagai fitur dalam waktu yang singkat.

Kualitas gambar G2 dirasa bagus, terlebih di cahaya yang memadai. Dalam situasi kurang cahayapun, G2 tetap mampu mengambil gambar yang bagus. Meskipun terdapat fitur OIS, namun itu tak banyak membantu. Overall, kamera G2 adalah kamera yang baik, meskipun tidak se "kontroversial" dan sebagus iPhone 5S dan Lumia 1020. Namun pada akhirnya G2 akan menjadi Nexus 5 dan akhirnya ada juga Nexus yang punya kamera OK (itupun kalo Nexus masuk Indonesia)

Ngebungkus 



Kelebihan
- Layar Jernih
- Waktu Pemakaian Lama
- Kamera OK
- Peforma gahar

Kekurangan
- Segudang fitur, namun belum dipoles
- Posisi tombol yang aneh
- Plastik mengkilap yang terlihat murahan



Smartphone yang Berlebihan, Basis Nexus Yang Bagus

Final Score : 7.8

LG tampaknya terlalu berlebihan dalam memasukan berbagai fitur kedalam G2, dan tidak memperhatikan User Experience. Meski dalam segi hardware, G2 layak diberi jempol, namun dari segi desain dan software, masih banyak hal yang harus dibenahi. Tombol yang terletak dibelakan dirasa hanya sebagai pembeda antara G2 dengan smartphone lain. Desainnya yang terkesan murahan pun menjadi masalah tersendiri. LG harus banyak berbenah, jika ingin merebut pasar Smartphone dari Samsung.

Namun, G2 yang akan menjadi basis dari Smartphone Nexus. Hilangkan Software yang tak berguna, pindahkan tombol ke tempatnya, dan berikan sentuhan kecil pada desainnya, dan Voia! Sebuah Nexus dengan peforma gahar, battery tahan lama, dan kamera yang OK.

LG punya kemampuan untuk membuat sebuah smartphone yang baik. G2 bisa dibilang sebagai kesuksesan secara hardware, namun secara software dan desain, LG masih harus banyak belajar. So, See You Next Year LG!

Skor (1-10)
  • Design - 6
  • Layar - 10
  • Camera - 7
  • Peformance - 10
  • Software - 6
  • Battery - 9
  • Ekosistem - 8
  • X-Factor : 6



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar