Senin, 28 Oktober 2013

Sneak Peak - 7 Gadget Review Mendatang

1. Sony Xperia Z1




"Layar jelek, kamera Bagus, dan Desain Indah"


2. Galaxy Note 3 





"Stylus Kece, Layar Jernih, Kulit Sintesis, hmm bolehlah."


3. Galaxy Gear 




"Smartwatch dengan kamera OK. aplikasi sedikit, notifikasi jelek, terlalu mahal"


4. iPhone 5C




"Plastik berwarna meriah yang tidak murahan. Hardware sama dengan iPhone 5"


5. Galaxy Note 10.1 2014




"Layar jernih, stylus kece, Kulit sintesis lumayan. Namun aplikasi kurang."


6. Surface Pro 2




"Peforma Super, Layar Jernih, Stylus OK, battery tahan lama, namun terlalu tebal."


7. Macbook Pro 13" & 15" Retina Display 2013




"Peforma Super, Layar Jernih, Battery Tahan Lama Harga Supermahal."


Thanks The Verge for Photos and Info !



Surface 2 - Ambisi Windows Untuk Jatuhkan iPad




Sebelumnya gua mau bilang thanks buat The Verge atas foto dan infonya

Steve Ballmer sudah gigit jari 2x. Mantan CEO Microsoft ini dulu hobby mentertawakan Apple. 2007, ketika iPhone pertama diluncurkan, Steve Ballmer dengan pede nya menjelek-jelekan iPhone, namun faktanya, Bahkan Windows Phone dengan beragam fiturnya masih belum mampu menjatuhkan iPhone. Tahun 2010, ketika iPad diluncurkan, Steve Ballmer kembali meremehkan Apple, seakan tak belajar dari pengalaman. Dan Sekarang tahun 2013, Microsoft seakan kongkalikong menghadapi iPad, hingga akhirnya mereka meluncurkan Surface, dan Windows RT yang sayangnya masih melempem. Namun Microsoft belum patah arang. Mereka kembali meluncurkan Surface 2, yang menjalankan versi mobile dari Windows, Windows 8 RT? Mampukan Surface 2 mengakhiri dominasi iPad dan Android?

Kapan iPad Bisa Se-Cool Ini?




iPad Air memang tipis, desainya indah, ringan pula. Namun Surface 2 didesain lebih indah. Bentuknya kotak-kotak, moderen, dan pilihan warna Abu-abunya sangat indah. Urusan desain, Microsoft patut dipuji. Surface 2 (yang abu-abu) bak tablet yang ada di film-film.


Abu-abunya Sangat Indah




Ada satu perubahan krusial di desain Surface 2. Penyanggah yang terdapat dibelakan kini dapat dibuka lebih lebar, dan kini Surface 2 bisa dipangku. Perubahan yang cukup penting, meski tetap lebih nyaman memangku laptop.


Layarnya tak seburuk Surface tahun lalu. Dengan layar HD 1080p, warnanya akurat, dan hitam terlihat lebih gelap. Speakernya juga cukup mengagumkan. Overall, Surface 2 adalah tablet entertainment yang baik, meski Microsoft mendesain Surface 2 untuk hal yang lain.











Work Easy, Play Hard

Microsoft cukup gecar mengiklankan Surface sebagai tablet serbabisa. Bahkan membandingkan dengan iPad yang diklaim hanya baik untuk multimedia. Membeli Surface memang belum lengkap tanpa keyboard tambahanya. Touch Cover, yang merupakan keyboard+cover ini cukup nyaman dipakai. Namun jika sering mengetik, maka Type Cover adalah pilihan yang lebih baik. Desainnya tipis, backlit pula. Namun sayang keduanya tidak di-bundle dengan Surface 2, anda harus membayar ekstra, Namun it's worthy, because Type Cover is so  good!


Jika Sering Mengetik, Maka Type Cover Adalah Pilihan Yang Lebih Baik




Surface 2 di-bundle dengan Office 2013 (Exel,Word,dll) yang memang super membantu. Namun sayang, semuanya di desain untuk mouse. Office 2013 sangat susah dioperasikan dengan Touchsreen. Disini Windows mulai melakukan kesalahanya. Kenapa kita harus tetap mengandalkan Mouse? Kenapa Windows tidak membuat Office 2013 yang touch-friendly? Dan Windows 8.1 RT masih menyediakan Desktop Mode, yang butuh mouse atau jari superkecil untuk mengoperasikannya. Windows RT seharusnya sudah touch-friendly jika ingin head-to-head dengan iPad.

Windows 8.1 RT masih menyediakan Desktop Mode, yang butuh mouse atau jari superkecil untuk mengoperasikannya


Masalahnya tidak berhenti sampai disitu. Surface 2 dengan segala kelebihannya tak bisa dipakai untuk banyak hal. Pasalnya Windows RT tak bisa menjalankan aplikasi Windows unutk PC (8 Pro, 7, XP,dll) dan aplikasi hanya bisa didapat dari Windows Store, yang miskin akan aplikasi. Memang ada beberapa aplikasi seperti Facebook, Twitter, dan Flipboard akan segera datang, Namun aplikasi entertainment seperti games dll sangatlah kurang. Tak banyak yang bisa dilakukan di Surface 2, dan inilah masalah utama dari Windows 8.1 RT dan Surface 2 sendiri. Miskin Aplikasi.

Ngebungkus


Kelebihan :
- Desain indah
- Layar HD jernih
- Peforma mumpuni

Kekurangan :
- Windows RT Miskin Aplikasi
- Office 2013 tidak touch-friendly
- Sulit berpisah dari Mouse dan Keyboard




Kenapa Microsoft? Kenapa?

Final Score : 8.0

Surface 2 sangatlah bagus. Desainnya indah, layarnya jernih dan Harganya lebih terjangkau dari iPad. Namun sayangnya Windows RT masih mencintai mouse dalam pengoperasiannya. Bundle Office 2013 nya pun sulit dioperasikan dengan jari. Dan pilihan aplikasi di Windows Store pun masih terbatas, secara kualitas dan kuantitas. Windows harus berbenah dan berbenah cepat.

Ekosistem Aplikasi selalu menjadi masalah bagi Windows. Windows Phone yang sejatinya memiliki kualitas Hardware yang bagus, tersadung kualitas dan kuantitas aplikasi yang terbatas. Namun setidakya Windows Phone jauh lebih banyak aplikasinya ketimbang Windows RT. Namun Microsoft kabarnya akan menyatukan kedua App Store, dan sampai hal itu terjadi. Gua nggak merekomendasikan Surface 2.

Surface 2 dibanderol $449 atau sekitar 5 Juta Rupiah untuk 32GB. Belum ada kabar kapan Surface 2 akan masuk Indonesia. Tersedia dalam warna hitam dan abu abu. Touch & Type Cover dihargai masing masing $120 & $130 atau sekitar 1.5 juta lebih.

Skor (1-10)
  1. Design - 10
  2. Layar - 10
  3. Camera - 7
  4. Peforma - 9
  5. Software - 8
  6. Battery - 7
  7. Ekosistem - 5
  8. X-Factor : 8








LG G Flex - Smartphone Lengkung Yang Bisa "Sembuh" Sendiri





Setelah banyak rumor beredar, akhirnya LG secara resmi mengumumkan Smartphone "kontroversial" mereka. LG G Flex yang mempunyai layar melengkung ini diklaim LG sebagai Smartphone Lengkung pertama, meskipun Samsung telah memperkenalkan Galaxy Round terlebih dahulu. Jika Galaxy Round melengkungs secara horisontal, LG G Flex melengkung secara Vertikal, dan di klaim LG lebih enak dipegang. 

Secara spesifikasi, LG G Flex hampir serupa dengan LG G2, dengan 2.26 Ghz Quad-core Snapdragon 800, RAM 2GB, Kamera 13 MP dan tombol Volume + power yang terletak dibelakang. Perbedaannya hanya terdapa pada layar, yaitu menggunakan layar OLED yang fleksibel. 

Untuk urusan software, LG Flex menawarkan animasi locksreen yang cukup menarik. Wallpaper akan bergerak jika digerakan sedemikia rupa. Effect unlock juga akan berbeda jika pengguna menyentuh bagian layar yang berbeda-beda. Dan ada akses cepat pada beberapa aplikasi, cukup dengan mencubit layar dari lockscreen.

 


Namun fitur yang tidak kalah kontroversial lainnya adalah LG G Flex dapat "menyembuhkan dirinya sendiri". Bak Manusia Serigala aka Wolverine, jika bagian belakang LG G Flex tergores, maka si handphone akan dengan sendiri "menyembuhkan" dirinya. Namun sepertinya bagi yang ingin segera memiliki handphone ini, maka harus bersabar terlebih dahulu, karena LG G Flex hanya dijual di Korea Selatan. Belum ada kabar resmi LG akan menjual secara global, apalagi Indonesia.  

Minggu, 20 Oktober 2013

LG G2 - Superphone Android Yang Menggila



Sebelumnya, Gua mau bilang Thanks buat The Verge atas infonya dan Foto-Fotonya

LG mengamuk. Tahun lalu, LG Optimus G tak mampu menorehkan hasil yang baik dalam penjualannya, bahkan tak banyak yang tau Optimus G dibandingkan dengan Samsung Galaxy S3. Kini LG tak mau main-main lagi. Cukup sudah bersabar. Kini LG mengerahkan semua yang mereka mampu pada G2, Superphone baru mereka. Dengan spec yang paling gahar, serta segudang fitur ala Samsung, mampukah LG mengalahkan Galaxy S4 dalam permainanya sendiri?

Superphone Serba Ada




Sebutkan yang anda mau dari sebuah smartphone, G2 pasti punya semuanya. Layar jernih yang besar? Cek. Prosesor gahar? Cek. Battery besar? Cek. Remote TV? Cek. Semua yang anda impikan dari sebuah smartphone tersedia pada G2, yang memang didesain untuk melawan S4. Layarnya lebih besar, Prosesornya lebih gahar, kameranya lebih canggih dan batternya lebih besar. 

Layar sebesar 5.2 inch yang sudah 1080p memang sangat jernih, bahkan Auto Brightness nya benar-benar bekerja, dibandingkan dengan smartphone lain. Layarnya sangat jernih, bahkan lebih jernih dan tajam dibandingkan dengan HTC One.



Karena bentang layar yang superbesar, sudah barang tentu G2 sangat besar. Meski begitu, ukurannya tak banyak berbeda dari Galaxy S4 atau HTC One, karena bezel yang supertipis. G2 menggunakan tombol virtual, sehingga bagian depan G2 sangatlah bersih, seperti hanya ada sebuah layar. (dan logo LG, oh noo)


Sebutkan yang anda mau dari sebuah smartphone, G2 pasti punya semuanya




Yang aneh dari G2, kini tombol Power dan Volume pindah ke belakang, tepatnya dibawah kamera. Memang terdengar logis, karena secara alami jari kita akan terletak dibelakang, namun pada kenyataanya sangat susah dioperasikan. Kadangkala jari menyentuh lensa kamera dan mengotorinya. Untungnya G2 punya fitur yang bernama KnockOn, simpelnya, ketuk layar 2x dan, boom! G2 pun hidup. Jadi tak perlu repot meraih tombol power dibelakang. Meskipun terkadang butuh lebih dari 2x ketuk untuk benar-benar hidup.


Desain G2 sangat membosankan. Bagian belakangnya hanyalah sebuah plastik mengkilap yang terlihat murahan. Tak seperti Optimus G tahun lalu, yang menggunakan kaca berpola, tak terdapat kesan mewah dari G2. Bahkan S4 lebih enak dipandang ketimbang G2


Pisau Swiss Army




Urusan software, LG mengambil inspirasi dari Samsung, memasukan segala fitur yang mereka bisa masukan kedalam sebuah smartphone. Sebut saja fitur pendeteksi mata ala Samsung, ada juga berbagai macam fitur, seperti QSlide, Quick Memo, Quick Remote, Voice Mate, dan Slide Aside dan masih banyak lagi. QSlide yang mampu membuka beberapa aplikasi dalam satu jendela. Ada pula Slide Aside yang sebenarnya merupakan fitur multitasking. dengan menggeser 3 jari, maka akan terbuka beberapa aplikasi yang sedang berjalan. Namun G2 terkadang tidak mengenal gestur 3 jarinya, bahkan menterjemahkannya menjadi gestur yang lain.

Voice Mate merupakan jawaban LG atas SIRI dan S Voice. Voice Mate bisa dibilang lebih baik dan buruk dibandingkan kedua "saudaranya". Namun dengan ketersediaan Google Now, agaknya Voice Mate hanyalah fitur pemanis. Sedangkan Quick Remote menjadikan G2 sebuah Remote TV. Fiturnya tak banyak berbeda dari yang dimiliki HTC One dan Galaxy S4. Overall, banyak software yang belum terlalu dipoles, sehingga mengurangi User Experiencenya, namun tetap tambahan yang menarik.



Overall, banyak software yang belum terlalu dipoles, sehingga mengurangi User Experiencenya, namun tetap tambahan yang menarik.




Dengan segudang fitur yang dimilikinya, G2 tetap berjalan mulus tanpa lag. Hal ini wajar, karena G2 menggunakan Prosesor Quad-core Snapdragon 800, yang merupakan prosesor tekuat saat ini. dengan RAM sebesar 2GB, G2 sangat responsif. Meskipun jika disandingkan dengan smartphone Android lainnya tak terasa perbdeaan yang berarti.








Urusan waktu pemakaian, G2 mampu menorehkan waktu yang impresif. Dikutip dari The Verge, G2 mampu bertahan selama 8 Jam dan 52 Menit, mengalahkan smartphone pada umumnya, bahkan mengalahkan smartphone yang dibuat khusus untuk penggunaan yang lama (Hey, Droid Maxx). Ini berkat battery sebesar 3.000 mAh. Inilah salahsatu keuntungan memiliki Smartphone dengan ukuran Jumbo.





Superphone dengan Kamera Bagus


G2 mengusung kamera 13MP dengan OIS (Optical Image Stabilisation). Lensanya berupa kristal sapphire yang anti-gores. Kameranya mampu merekam Video 1080p pada 60fps, serta  mempunyai 9-point autofocus dan speed shutternya mengagumkan, bisa dibilang sebagai yang tercepat di kelasnya. Sebuah Superphone memerlukan kamera yang bagus, dan G2 memilikinya.


Antarmuka kameranya banyak "terinspirasi" oleh Samsung (lagi-lagi). Salahsatunya adalah fitur dual shot, yang gua rasa aneh, namun tambahan yang lucu. Antarmukanya termasuk salahsatu yang terbaik, dan banyak memberikan akses cepat ke berbagai fitur dalam waktu yang singkat.

Kualitas gambar G2 dirasa bagus, terlebih di cahaya yang memadai. Dalam situasi kurang cahayapun, G2 tetap mampu mengambil gambar yang bagus. Meskipun terdapat fitur OIS, namun itu tak banyak membantu. Overall, kamera G2 adalah kamera yang baik, meskipun tidak se "kontroversial" dan sebagus iPhone 5S dan Lumia 1020. Namun pada akhirnya G2 akan menjadi Nexus 5 dan akhirnya ada juga Nexus yang punya kamera OK (itupun kalo Nexus masuk Indonesia)

Ngebungkus 



Kelebihan
- Layar Jernih
- Waktu Pemakaian Lama
- Kamera OK
- Peforma gahar

Kekurangan
- Segudang fitur, namun belum dipoles
- Posisi tombol yang aneh
- Plastik mengkilap yang terlihat murahan



Smartphone yang Berlebihan, Basis Nexus Yang Bagus

Final Score : 7.8

LG tampaknya terlalu berlebihan dalam memasukan berbagai fitur kedalam G2, dan tidak memperhatikan User Experience. Meski dalam segi hardware, G2 layak diberi jempol, namun dari segi desain dan software, masih banyak hal yang harus dibenahi. Tombol yang terletak dibelakan dirasa hanya sebagai pembeda antara G2 dengan smartphone lain. Desainnya yang terkesan murahan pun menjadi masalah tersendiri. LG harus banyak berbenah, jika ingin merebut pasar Smartphone dari Samsung.

Namun, G2 yang akan menjadi basis dari Smartphone Nexus. Hilangkan Software yang tak berguna, pindahkan tombol ke tempatnya, dan berikan sentuhan kecil pada desainnya, dan Voia! Sebuah Nexus dengan peforma gahar, battery tahan lama, dan kamera yang OK.

LG punya kemampuan untuk membuat sebuah smartphone yang baik. G2 bisa dibilang sebagai kesuksesan secara hardware, namun secara software dan desain, LG masih harus banyak belajar. So, See You Next Year LG!

Skor (1-10)
  • Design - 6
  • Layar - 10
  • Camera - 7
  • Peformance - 10
  • Software - 6
  • Battery - 9
  • Ekosistem - 8
  • X-Factor : 6



















Sabtu, 19 Oktober 2013

Event Apple 22 October 2013



Apple mengirimkan beberapa undangan kepada media yang merujuk tanggal 22 September 2013, di Yerba Buena Art Center, California. Banyak yang meramalkan, iPad dan Macbook serta iTV akan diumumkan Apple. Can't Wait!

iPhone 5S - Versi "S" Yang Selalu Surprising



Sebelumnya, Gua mau bilang Thanks buat The Verge atas infonya dan Foto-Fotonya

2 tahun yang lalu Apple memberikan kejutan dengan peluncuran iPhone 4S bersama SIRI, asisten virtual yang cukup menggemaskan. Fitur SIRI sangat hebat, meskipun tidak bekerja sebagaimana yang Apple iklankan. Meski begitu, SIRI sangan dikagumi, bahkan Samsung membuat "kembaranya" yaitu S-Voice, yang jauh lebih parah dari SIRI. Tahun ini Apple memberikan kejutan lainnya pada versi "S" nya. iPhone 5S meluncur dengan Fitur yang sangat kontroversial, Pemindai Sidik Jari. Meskipun bukan yang pertama, namun banyak yang telah mencoba, dan gagal. Apakah iPhone 5S kembali mengangkat standart smartphone? Apakah 5S mampu mengkomersialkan Pemindai Sidik Jari?

Ada Uang, Ada Barang






Tak bisa dipungkiri, iPhone 5S terlihat mewah dan elegan. Memang dengan harga yang di atas rata-rata, anda juga mendapat Smartphone yang di atas rata rata. Fit & Finish nya sangat bagus. Design unibody alias tanpa celah iPhone 5S sangat nyaman, baik di mata maupun di tangan. Dengan ukuran layar yang "hanya" 4inch, sudah barang tentu iPhone 5S ramah di tangan. Aluminium dan kaca menjadi bahan utama dalam 5S. Di pinggir 5S, aluminium dipoles sedemikian rupa, sehingga menghasilkan pinggiran yang semulus kaca. Sungguh detail yang indah. Kesimpulannya, iPhone tetap menjadi Smartphone dengan desain terbaik, meskipun 4 inch terasa semakin kecil.




Design unibody alias tanpa celah iPhone 5S sangat nyaman, baik di mata maupun di tangan





iPhone 5S tersedia dalam 3 warna. Space Grey, Silver, & Champagne alias emas. Ketiganya sungguh menawan. Warna apapun yang anda pilih, ketiganya tetap memberikan aura mewah. Warna Hitam yang dulunya sering dikeluhkan karena sangat mudah tergores, kini digantikan warna Space Gray yang berwarnya abu-abu gelap. Untuk desain keseluruhan, tak banyak yang berubah dibandingkan iPhone 5, kecuali beberapa detail kecil, seperti Home Button yang kini terdapat aluminium dan dilapisi kaca sapphire.



Mengetik Password Semakin Menjenuhkan





Salahsatu fitur terbaik iPhone 5S adalah Pemindai Sidik Jari bernama TouchID. Meskipun bukan yang pertama, namun Apple mampu mengimplementasikannya dengan tepat untuk pertama kali. Caranya gampang, anda hanya harus meletakan salahsatu jari ke Home button, dan Voia! semuanya berfungsi secara mulus. Mengaturnya hanya butuh beberapa menit dan iPhone bisa menyimpan sampai 5 sidik jari.



Awalnya memang agak canggung, namun lama-kelamaan akan terbiasa dan mengetik password menjadi suatu hal yang menjenuhkan. Selain untuk membuka iPhone, TouchID juga bisa digunakan untuk membeli aplikasi di App Store, yang biasanya membutuhkan password. Namun anda juga harus mengetik password 4 digit, seandainya 5S tak mengenal sidik jari anda. Overall, TouchID berfungsi dengan sangat baik, Dan gua berharap kedepanya TouchID bisa digunakan pada aplikasi pihak ke-3, seperti Twitter, Facebook, PayPal, dll. (dimana untuk nge-tweet harus memindai sidik jari dulu hehe)


Awalnya memang agak canggung, namun lama-kelamaan akan terbiasa dan mengetik password menjadi suatu hal yang menjenuhkan




iPhone Yang "Anti-Jadul"




Tak seperti smartphone Android kebanyakan, iPhone biasanya selalu low-profile dalam urusan spesifikasi. Coba lihat iPhone 5. Ketika Smartphone High-end sudah mengadaptasi Quad-core dan RAM 2GB, iPhone 5 masih mengandalkan Dual-core dan RAM 1GB. Namun iPhone 5S membawa sesuatu yang berbeda. Kini iPhone 5S (spesifikasi lihat disini) dengan prosesor A7 yang berbasis 64-bit, dalam benchmark test, mengalahkan semua High-end smartphone di kelasnya. Meski begitu tak banyak perbedaan antara iPhone 5S dengan 5&5C. Prosesor 64-bit belum akan terlalu berguna, sampai ada aplikasi yang memanfaatkanya. Bisa dikatakan, Apple memasang fitur "anti-jadul" pada iPhone 5S. Selain prosesor A7, apple juga menambahkan prosesor yang lebih kecil bernama M7, yang berfungsi menentukan aktifitas kita, dan menyesuaikan iPhone dengan kita. Contohnya, ketika gua sedang bawa mobil, M7 mengetahuinya dan mematikan Wifi, atau pada saat gua sedang tidur, M7 akan mengurangi konsumsi battery, dan lain-lain. Selain itu, M7 memberikan data yang lebih spesifik kepada aplikasi fitness.




 Prosesor 64-bit belum akan terlalu berguna, sampai ada aplikasi yang memanfaatkanya


Urusan Battery, iPhone 5S tak banyak berubah dari 5. Dikutip dari The Verge, 5S hanya bertahan sehari, tak banyak berbeda dari iPhone 5. Mungkin saatnya Apple membuat smartphone yang lebih besar *kode.



Satu hal yang paling menggangu adalah sistem notifikasi iOS 7 yang kurang produktif, serta menggangu. Namun perpaduan software dan hardware iPhone memang menjadi daya jual tersendiri, sebur saja kamera. Kamera iPhone 5S sangat bagus, secara hardware dan software.






41MP > 8MP




Meksi Lumia 1020 menawarkan 41MP, berbicara mengenai kamera smartphone yang paling praktis namun dengan hasil yang menawan, iPhone 5S tetap yang terbaik. Meski hanya menawarkan 8MP, namun kualitas gambar yang dihasilkan sangat bagus. Dalam keadaan remang pun gambar tetap tajam, Hell, Burberry menggunakan 9 iPhone 5S untuk merekam Fashion Show mereka. Dan jika masih dirasa kurang, TrueTone Flash dapat memberikan hasil yang bagus dikala kondisi cahaya kurang.





Kamera 5S juga mempunyai beberapa fitur baru, seperti Burst Shot yang mampu mengambil 10 gambar per detik, serta mampu merekam video Slow Motion (120fps) dan hasilnya mengagumkan (seperti film Hollywood, kurang lebih).  Secara keseluruhan, kamera iPhone 5S sangat mengagumkan, namun tak seperti Lumia 1020 yang membutuhkan tangan Pro, Kamera iPhone 5S sangat mudah digunakan. Tak perlu mengatur ini dan itu, biarkan iPhone anda yang bekerja.

Hell, Burberry menggunakan 9 iPhone 5S untuk merekam Fashion Show mereka






Ngebungkus


Kelebihan
- Desain yang mengagumkan
- Prosesor yang superkencang
- Kamera yang impresif
- TouchID yang mudah digunakan

Kekurangan
- Layar 4 inch terasa kecil
- Notifikasi iOS terasa kurang sempurna







Perubahan Kecil yang Terasa Besar

Final Score : 9.1


Apple sangat hebat dalam membuat sebuah Smartphone. iPhone 5S, meskipun merupakan upgrade kecil dari 5, namun perubahanya terasa. Kameranya lebih baik, prosesornya lebih cepat, serta fitur TouchID yang tidak terasa canggung, dan sudah terintegrasi dengan baik pada iPhone membuat 5S menjadi iPhone terbaik, bahkan Smartphone terbaik yang pernah dibuat. Apple lebih memilih meningkatkan fungsi dari fitur yang telah ada, daripada memberikan segudang fitur untuk menunjukan apa yang mereka bisa. iPhone 5S lebih bisa diandalkan dan lebih baik dari sebelumnya.

Namun perubahan besar dari iPhone 5S belum akan terasa sekarang. Apple mecoba membuat 5S "anti-jadul" kedepanya. Mungkin setahun atau dua tahun lagi, 5S tetap akan menjadi smartphone yang hebat, bahkan lebih. That's the best reason to fight spec war.

Harga iPhone 5S berkisar dari $649 - $849 atau sekitar 6.5 Juta rupiah s/d 8.5 Juta rupiah. Belum ada konfiirmasi kapan iPhone 5S dan 5C masuk Indonesia. Stay Tuned!


Skor (1-10)
  • Design - 9
  • Layar - 9
  • Camera - 9
  • Peformance - 10
  • Software - 8
  • Battery - 8
  • Ekosistem - 10
  • X-Factor : 10











HTC One Max - HTC One Superbesar dengan Fingerprint Scanner



Sebelumnya, Gua mau bilang Thanks buat The Verge atas infonya dan Foto-Fotonya

HTC One memang sensaional. Berbekal body Aluminium yang elegan, serta Kamera Ultrapixel 4MP yang kontroversial memang membuat HTC One memiliki nilai jual tersendiri. Meskipun dinobatkan oleh banyak media sebagai Smartphone Android Terbaik, namun grafik penjualan tidak sebanding dengan ekspektasi HTC, malahan Samsung S4 yang baru saja melenggang, mencatat skor yang lebih impresif. Kini HTC mencoba peruntungan baru dengan HTC One Max. Dengan bentang layar superbesar dan Fingerprint Scanner, mampukah HTC mencetak skor yang lebih baik?

Design Mini, Ukuran Maxi




Soal design, HTC One Max banyak terinspirasi oleh HTC One mini. Meskipun berbalut Aluminium depan belakang, sayangnya di tepi handphone ini masih berbalut plastik putih. namun patut di apresiasi, mengingat tak banyak Smartphone Android dibuat sebagus ini. (kecuali Xperia Z1).

Ukurannya sangat besar, bahkan Note 3 terlihat mungil jika disandingkan. 


Hal yang paling menyenangkan, mungkin yang terbaik adalah, tombol power kini pindah ke samping. Dengan ukuran layar 5.9 inchi, mungkin tidak masuk akal jika HTC meletakan tombol power di atas seperti saudaranya HTC One. Casing belakangnya kini dapat dibuka, meskipun battery tetap tidak bisa dilepas, gantinya, kapasitas HTC One Max bisa ditambah dengan dukungan MicroSD.



Form factornya juga terasa nanggung. Gua lebih memilih Nexus 7/iPad Mini, yang memang sebuah tablet, atau sebuah Smartphone yang lebih kompak, seperti HTC One sendiri. Ukurannya sangat besar, bahkan Note 3 terlihat mungil jika disandingkan

Fingerprint Scanner yang aneh



Menjawab Fitur TouchID yang diusung iPhone 5S, HTC One Max juga menyuguhkan fitur Pemindai Sidik Jari. namun sayang, HTC sudah melakukan kesalahan fatal di awal. Posisi Pemindai. Posisinya aneh, terletak di bawah lensa camera belakang. mungkin terdengan masuk akal, namun begonya, kita mesti swipe jari dari atas ke bawah, yang pasti akan mengotori lensa dengan tangan berminyak kita.

Namun ada fitur yang mesti diacungi jempol. Kita bisa mendaftarkan 3 sidik jari, dan masing-masing bisa meluncurkan aplikasi yang diinginkan. Namun secara keseluruhan, sangat canggung menggunakannya dan terbilang rumit. Belum lagi ukurannya yang terbilang besar, sehingga untuk meraih Scannernya terbilang sulit.

Layar OK, Speaker OK, Kamera?



Tak dapat diragukan lagi, dengan speaker superbesar dan layar HD 1080p, HTC One Max melanjutkan tradisi HTC One sebagai Smartphone multimedia terbaik. Layar 1080p nya jernih dan tajam. Dan karena bukan layar AMOLED, Layarnya masih jelas terlihat, meskipun diterjang cahaya matahari. Speakernya pun patut diacungi jempol. Suaranya jernih, dan langsung menghadap kedepan.

Seperti remaja SMA, kameranya terbilang labil.


Beralih ke sektor kamera. Well, ini yang paling mengecewakan dari HTC One Max. Kamera 4MP dengan teknologi Ultrapixel yang juga diusung di HTC One & One Mini, namun minus OIS(Optical Image Stabilisation). Seperti remaja SMA, kameranya terbilang labil. Ada kalanya gambar terlihat tajam dengan akurasi warna yang tepat, terkadang White Balance nya ngawur, dan warnanya pucat pasi. Terlebih lagi tanpa OIS, sulit mengambil gambar di kondisi bergoyang atau kurang cahaya. Secara keseluruhan, kameranya terbilang biasa aja.





Smartphone yang Biasa-Biasa Aja




Seperti Smartphone HTC lainya, One Max menggunakan Android 4.3 dengan HTC Sense 5.5 sebagai themenya. Tak banyak yang berubah dari Sense 5.0, kini fitur BlinkFeed dapat dimatikan, dan HTC Zoe memiliki lebih banyak fitur, termasuk GIF maker. Namun update ini tak mampu memberikan User Experience yang lebih baik. Fitur Setting cepat ala Samsung sangatlah berguna, Antar muka Sony Xperia juga lebih baik dan bersih, bahkan fitur mengetuk layar 2x untuk menghidupkan handphone yang diusung LG sangatlah innovatif. HTC bermain aman dan akhirnya hanya menjadi Smartphone yang biasa-biasa aja.


Beralih ke hardware (spesifikasi lihat disni), tak banyak yang bisa dianggap wow disini. HTC masih mempercayai Snapdragon 600, yang jelas telah ketinggalan zaman, dibanding Note 3 dan Xperia Z1 yang telah menggunakan Snapdragon 800. Meski dengan ukuran battery sebesar 3.300 mAh, One Max hanya bertahan sedikit lebih lama dibanding Note 3. dikutip dari The Verge, One Max mampu bertahan 1,5 hari. Inilah salahsatu kelebihan Phablet, ukuran jumbo dengan battrey yang jumbo pula.


Ngebungkus



Kelebihan
- Layar super jernih dan tajam
- Speaker yang bagus
- Waktu pemakaian yang lama
- Tombol power disamping
- Ada MicroSD

Kekurangan
- Kamera yang so-so
- Terlalu besar
- Pemindai sidik jari yang aneh
- Prosesor ketinggalan zaman
- Tak se-elegan HTC One


Ide Hebat, Eksekusi Buruk

Final Score : 7.5



HTC patut diacungi jempol untuk berani menaruh Pemindai Sidik Jari pada HTC One. Namun sayang, implementasi yang salah dan beragam kekurangan dari HTC One yang terbawa pada Max, membuat HTC One Max hanya sebuah Smartphone besar yang aneh. Hebatnya, Samsung mampu membuat Note 3 terlihat lebih baik dengan ide yang tak terlalu bagus.

Jika anda menginginkan sebuah Smartphone Android yang well-built, maka HTC One Original merupakan pilihan yang pasti. Namun jika anda menginginkan sebuah Phablet yang bagus, Galaxy Note 3 tetap menjadi primadona, dengan ukuran yang lebih kompak dan lebih ringan. Dan hey, Note 3 punya stylus dan kulit sintesis.

Soal Harga, One Max dibanderol $575 atau sekitar 6 Juta Rupiah. Belum ada konfirmasi kapan One Max akan masuk Indonesia. Stay Tuned!


Skor (1-10)

  • Design - 7
  • Layar - 9
  • Camera - 6
  • Peformance - 8
  • Software - 7
  • Battery - 9
  • Ekosistem - 8
  • X-Factor : 6