Sabtu, 19 Oktober 2013

HTC One Max - HTC One Superbesar dengan Fingerprint Scanner



Sebelumnya, Gua mau bilang Thanks buat The Verge atas infonya dan Foto-Fotonya

HTC One memang sensaional. Berbekal body Aluminium yang elegan, serta Kamera Ultrapixel 4MP yang kontroversial memang membuat HTC One memiliki nilai jual tersendiri. Meskipun dinobatkan oleh banyak media sebagai Smartphone Android Terbaik, namun grafik penjualan tidak sebanding dengan ekspektasi HTC, malahan Samsung S4 yang baru saja melenggang, mencatat skor yang lebih impresif. Kini HTC mencoba peruntungan baru dengan HTC One Max. Dengan bentang layar superbesar dan Fingerprint Scanner, mampukah HTC mencetak skor yang lebih baik?

Design Mini, Ukuran Maxi




Soal design, HTC One Max banyak terinspirasi oleh HTC One mini. Meskipun berbalut Aluminium depan belakang, sayangnya di tepi handphone ini masih berbalut plastik putih. namun patut di apresiasi, mengingat tak banyak Smartphone Android dibuat sebagus ini. (kecuali Xperia Z1).

Ukurannya sangat besar, bahkan Note 3 terlihat mungil jika disandingkan. 


Hal yang paling menyenangkan, mungkin yang terbaik adalah, tombol power kini pindah ke samping. Dengan ukuran layar 5.9 inchi, mungkin tidak masuk akal jika HTC meletakan tombol power di atas seperti saudaranya HTC One. Casing belakangnya kini dapat dibuka, meskipun battery tetap tidak bisa dilepas, gantinya, kapasitas HTC One Max bisa ditambah dengan dukungan MicroSD.



Form factornya juga terasa nanggung. Gua lebih memilih Nexus 7/iPad Mini, yang memang sebuah tablet, atau sebuah Smartphone yang lebih kompak, seperti HTC One sendiri. Ukurannya sangat besar, bahkan Note 3 terlihat mungil jika disandingkan

Fingerprint Scanner yang aneh



Menjawab Fitur TouchID yang diusung iPhone 5S, HTC One Max juga menyuguhkan fitur Pemindai Sidik Jari. namun sayang, HTC sudah melakukan kesalahan fatal di awal. Posisi Pemindai. Posisinya aneh, terletak di bawah lensa camera belakang. mungkin terdengan masuk akal, namun begonya, kita mesti swipe jari dari atas ke bawah, yang pasti akan mengotori lensa dengan tangan berminyak kita.

Namun ada fitur yang mesti diacungi jempol. Kita bisa mendaftarkan 3 sidik jari, dan masing-masing bisa meluncurkan aplikasi yang diinginkan. Namun secara keseluruhan, sangat canggung menggunakannya dan terbilang rumit. Belum lagi ukurannya yang terbilang besar, sehingga untuk meraih Scannernya terbilang sulit.

Layar OK, Speaker OK, Kamera?



Tak dapat diragukan lagi, dengan speaker superbesar dan layar HD 1080p, HTC One Max melanjutkan tradisi HTC One sebagai Smartphone multimedia terbaik. Layar 1080p nya jernih dan tajam. Dan karena bukan layar AMOLED, Layarnya masih jelas terlihat, meskipun diterjang cahaya matahari. Speakernya pun patut diacungi jempol. Suaranya jernih, dan langsung menghadap kedepan.

Seperti remaja SMA, kameranya terbilang labil.


Beralih ke sektor kamera. Well, ini yang paling mengecewakan dari HTC One Max. Kamera 4MP dengan teknologi Ultrapixel yang juga diusung di HTC One & One Mini, namun minus OIS(Optical Image Stabilisation). Seperti remaja SMA, kameranya terbilang labil. Ada kalanya gambar terlihat tajam dengan akurasi warna yang tepat, terkadang White Balance nya ngawur, dan warnanya pucat pasi. Terlebih lagi tanpa OIS, sulit mengambil gambar di kondisi bergoyang atau kurang cahaya. Secara keseluruhan, kameranya terbilang biasa aja.





Smartphone yang Biasa-Biasa Aja




Seperti Smartphone HTC lainya, One Max menggunakan Android 4.3 dengan HTC Sense 5.5 sebagai themenya. Tak banyak yang berubah dari Sense 5.0, kini fitur BlinkFeed dapat dimatikan, dan HTC Zoe memiliki lebih banyak fitur, termasuk GIF maker. Namun update ini tak mampu memberikan User Experience yang lebih baik. Fitur Setting cepat ala Samsung sangatlah berguna, Antar muka Sony Xperia juga lebih baik dan bersih, bahkan fitur mengetuk layar 2x untuk menghidupkan handphone yang diusung LG sangatlah innovatif. HTC bermain aman dan akhirnya hanya menjadi Smartphone yang biasa-biasa aja.


Beralih ke hardware (spesifikasi lihat disni), tak banyak yang bisa dianggap wow disini. HTC masih mempercayai Snapdragon 600, yang jelas telah ketinggalan zaman, dibanding Note 3 dan Xperia Z1 yang telah menggunakan Snapdragon 800. Meski dengan ukuran battery sebesar 3.300 mAh, One Max hanya bertahan sedikit lebih lama dibanding Note 3. dikutip dari The Verge, One Max mampu bertahan 1,5 hari. Inilah salahsatu kelebihan Phablet, ukuran jumbo dengan battrey yang jumbo pula.


Ngebungkus



Kelebihan
- Layar super jernih dan tajam
- Speaker yang bagus
- Waktu pemakaian yang lama
- Tombol power disamping
- Ada MicroSD

Kekurangan
- Kamera yang so-so
- Terlalu besar
- Pemindai sidik jari yang aneh
- Prosesor ketinggalan zaman
- Tak se-elegan HTC One


Ide Hebat, Eksekusi Buruk

Final Score : 7.5



HTC patut diacungi jempol untuk berani menaruh Pemindai Sidik Jari pada HTC One. Namun sayang, implementasi yang salah dan beragam kekurangan dari HTC One yang terbawa pada Max, membuat HTC One Max hanya sebuah Smartphone besar yang aneh. Hebatnya, Samsung mampu membuat Note 3 terlihat lebih baik dengan ide yang tak terlalu bagus.

Jika anda menginginkan sebuah Smartphone Android yang well-built, maka HTC One Original merupakan pilihan yang pasti. Namun jika anda menginginkan sebuah Phablet yang bagus, Galaxy Note 3 tetap menjadi primadona, dengan ukuran yang lebih kompak dan lebih ringan. Dan hey, Note 3 punya stylus dan kulit sintesis.

Soal Harga, One Max dibanderol $575 atau sekitar 6 Juta Rupiah. Belum ada konfirmasi kapan One Max akan masuk Indonesia. Stay Tuned!


Skor (1-10)

  • Design - 7
  • Layar - 9
  • Camera - 6
  • Peformance - 8
  • Software - 7
  • Battery - 9
  • Ekosistem - 8
  • X-Factor : 6









Tidak ada komentar:

Posting Komentar